Nafas Megamendung

// Megamendung, hujan bulu kuduk merinding tubuh tak berselimut //

 

-smile is the shortest distance between two people-

Gadis kulit putih bermata sipit tersapih dari kain hijabnya

Kini mencoba menepi dipojokkan kamar sendiri

Manghakimi jiwa yang mengebiri,

Bermimpi berimbal kasih sahabat senja

Maka,bertahanlah ia

Berprasangka baik, agar senyum terpisah jarak nan berlabuh

 

-a man is known by  his friends-

Masihkah, tetes embun

Izinkan ia terka kabut jelagat putihnya?

Atau,

Kau izinkan ia mengeja rintik hujan tuk bahasakan rindu ;

Ukhuwah berbuah surga?

Pun,

Beri saja ia berhektar taman dan kumpulan ikan

Agar hilang sepinya, lalu lari kegirangan dan berenang warna ikan

 

-no legacy is so rich as honey-

Puncak titil sepinya, nan puncak miskin hatinya

Disudut kepongahan egonya

Tamparlah ia gadis diri angkuhnya, ternyata hina

Lidahnya kelu, perih

Bisiknya pada angin ;

“aku sahabatnya dan akan mencintainya bagaimanapun adanya”Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s