562008_3013470940441_1347683698_n

Bagimu Guru, Ku Persembahkan

Suatu kebanggan bagiku untuk bisa menuliskan narasi haflah Pondok Pesantren Husnul Kotimah. Narasi pelepasan satri dari Mudir dan astidz kepada orang tua.

Duhai Pelita hati,
Yang kehadiranmu menelisik membuat hidup ini kayak untuk disyukuri
Sejuta cinta atas agung namaNya, kami persembahkan padamu
Salam sehangat mentari dan seharum Firdausi , kami sampaikan padamu
Atas ruang-ruang hati yang telah kau ukir dengan ikhlas pengorbananmu
Dan,
Atas peluh yag kau cucurkan saat sulit mengasuh , bahkan
Mungkin kau sempat mengeluh karena peluhmu itu
Namun kau selalu sembunyikan lelah, kecewa dalam peluh sucimu
Duhai guruku,
Genap sudah 6 tahun kami bermanja dalam belaian cintamu
Bermain indah dengan berbukit perhatianmu
Engkau tanamkan pada hati kami hakikat dan warna warni cinta
Engkau hiasi hari hari kami dengan nilai kebaikan dan keikhlasan
Kini, kami akui guru
Kami sering menyalah artikannya
Kami sering menyia-nyiakan peluh keringatmu
Kami sering dustai air mata yang berderai deras disela shalat khusyu’mu
Kami sering durhakai nasihat- nasihat kasih sayangmu
Duhai pahlawan tanpa tanda jasa,
Ayat- ayat qurani yang kau ajarkan pada kami
Masih belum mampu kami amalkan dalam setiap langkah hidup kami
Bahkan tak sadar, mungkin ayat suci itu kami khianati
Kami dustai, maafkan kami guru,
Atau justru kamilah yang menyeretmu ke dalam jurang neraka
Maafkan kami guru,
Kami belum mampu membawamu kesyurga karenanya

Duhai guru,
Terkadang kami sering remehkan ilmu
Guru, kami belum mampu menjadi kebanggaanmu
Dan, hari ini
Saat beribu malaikat turun menaungi pertemuan kami denganmu
Saat dimana sulit kami temukan kembali sapaan hangatmu,
Saat dimana tak lagi kami temukan teguran cintamu,
Saat dimana dunia luar begitu berani menantang pertahanan iman kami
Kami bangga pernah lahir dalam rahim spiritualmu
Kami pernah tumbuh dalam benih bimbingan siang malammu
Kami hadir dalam setiap bulir air mata harapanmu
Guru,
Saat dimasa nanti, kau akan temukan kami,
Yang tak hanya dibimbing, tapi juga membimbing,
Tak hanya dinasehati, tapi menasehati
Bahkan, tak hanya dikuatkan tapi kami mampu menguatkan
Duhai guru,
Terima kasih telah membantu kami melukis masa depan
Membangun asa dan harapan
Terima kasih telah mempercantik kami dengan pakaian ketaqwaan dan keimanan
Memperkenalkan kami indanya kebersamaan
Mengokohkan kami dalam manisnya sebuah perjuangan
Menyeka air mata kami saat kami terluka
Menjadi ibunda dan ayahanda di persimpangan perjuangan ini
Terima kasih telah kuatkan azzam kami ,
Guru, kami sadar
Sebesar apapun pengorbanan kami tuk balas jasamu,
Tdak lah sebanding dengan seluruh jasamu

Duhai guru,
Betapa cahaya kecil pun, belum mampu kami pancarkan
Kami tahu, engkau berharap cahaya kami mampu terangi gelapnya hidup ini
Maka atas nama RahimNya
Kami berjanji akan berusaha penuhi sejuta harapanmu
Dan atas ruang – ruang hati yang telah kami gores dengan berjuta kesalahan dan kekhilafan
Biarkan maaf kami menjadi gerbang penutupnya
Doakan kami, semoga gerbang itu tidak akan pernah kami buka kembali.

Guru, Kami persembahkan..
Telaga Kautsar untukmu..

17 Juli 2012, 03.00 am.

(nhayatina.wordpress.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s