Tentang Dirimu

Masih dengan pagi yang berkabut. Bersama dingin yang menderu. Dirimu, sungguh dalam keheningan hanyut tidurmu. Terbang jauh melantunkan mimpi dan kesesakkan hidup dunia kerjamu. Sesekali bergerak kanan-kiri. Menarik kain tebal berbulu. Menambah hangat nyaman pelabuhan lelapmu.

Waktu detak bumi, menghentak. Sudah kiranyakah waktu Shubuh? Ayam-ayam berkokok indahnya. Gemercik air wudhu dimushola. Adakah yang muda? Mayoritaskah yang renta? Lalu, kemana mereka?

Tabuhlah gendang permulaan hari dengan adzan Shubuh. Dengan bebintang yang masih bertabur indahnya. Aku melihatmu. Masih dalam pembaringan nyamanmu. Indera pendengeranmu menyambut Adzan. Rindu ia bersujud.

Tak ayal. Kedua tanganmu menariknya bebuluan hangat itu. Tak apa. Mungkin kau lelah. Setelah seharian bekerja. Hening suasana Shubuh hari. Maka, berjalanlah nafas waktu.

Bulat menguning itu muncul dari persembunyiannya. Menebar hangatnya hari. Memberi energi pada hijaunya dedaunan dan mekarnya bebungaan. Cahayanya menggelitik matamu. Seakan berkata, “Ayo bangun! Sudah siang!”

Kau pun terbangun. Menyeka sepasang mata yang masih mengantuk. Adakah kiranya kau sebut nama-Ku? Oh, ternyata kau lupa. Beranjang menjingkat menuju toiletmu. Berupaya membersihkan sekujur tubuhmu setelah semalam nyenyak tidurmu. Mengalir deras air jernih basahi tubuh. Terucapkah nama-Ku? Oh, ternyata.Tak apa.

Kesegaran airnya membuatmu semangat hari ini. Ternyata, tubuhmu buthkan penutup. Jenis pakaian apa yang kau butuhkan? Untuk hamba-Ku ku berikan yang kau butuhkan. Sepotong demi sepotong, terpakai. Kau sebut nama-Ku? Oh, ternyata kau sangat girang dan bersemangat sekali hari ini. Tak apa.

Cerahlah hari ini hamba-Ku. Kusediakan banyak pahala dan rizki untukmu. Nikmat-Ku ini untukmu. Terhidanglah beberapa potong makanan itu untukmu. Dengan lahapnya kau menyunyah, sesekali meneguk air. Semoga menjadi sumber tenaga untukmu hamba-Ku. Meski hingga detik ini terlupakan olehmu sebut nama-Ku.

Setapak demi setapak menuju rizkimu. Hari kian memanas. Langit membiru indahnya. Tepat sudah diatas kepalamu. Pertengahan hari. Tanda Dzuhur. Beberapa rumahku memanggilmu segerakan mengingatku. Namun, kau begitu asik menggelitik bersama klien-klien bisnis uang mu. Yang sejatinya, Aku yang mendatangkan. Hanya sedikit luangkan waktu mengingatku, mereka pun takkan pergi. Rizkimu sudah Aku kadarkan.

Tak apa. Mungkin kau lupa.

Kini semakin memanas. Kiranya waktu kau kembali ke rumah ketenanganmu. Sekembalinya, kau dengan lahap menyantap enak jatah makan siangmu. Aku masih melihatmu. Keringat lelah basah membanjir. Segeralah kau ganti pakaian kotormu, merebahkan keluh capai mu. Terbawa hanyut sesak dan keringat. Hingga panggilan Ashar pun tertinggal.

Aku masih melihatmu.

Waktu demi waktu. Di batasnya pun kau hanyut dengan nyaman permainan dunia. Tak sebut nama dan syukurmu pada-Ku. Getar bunyi handphone mu. Isyarat waktu senja. Ada janji online dengan kawan-kawanmu. Secepat mungkin kau bersihkan wajah kantukmu. Membuka gadget, dan laptop kesayanganmu. Ternyata kawan-kawanmu sudah menunggu sejak tadi. Menanggapi guyon dan curhat dari satu kawan ke kawan yang lain. Aku pun masih melihatmu. Meski tak pelak, kau tak sebut nama-Ku.

Bulat memerah,menepi. Berganti malam. Kian larut kian nyaman dirimu dengan acara-acara Talk Show dan sinetron-sinetron. Sembari kau mainkan gadgetmu. Sesekali tertawa geli memabalas lemparan joke kawan-kawan.

Aku masih melihatmu. Esok dan seterusnya pun begitu.

Meski kau lupakan-Ku, itu tak mengurangi sedikitpun segala yang Aku miliki.

Pun jika kau mengingatKu. Itu takkan menambah segala yang Aku miliki.

Hamba-Ku, kau milik-Ku. Dan, sesuai dengan apa kodratKu, maka terjadi pada-Mu. Pintalah ampun dan rahmat selalu pada-Ku.tumblr_m5j7eiTkD11r23kgwo1_500-300x200

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s