Between Need And Want

    • Media elektronik bejibun di kamar, dirumah. Eh, sadar gak sadar disekitar yg kelaparan terkapar.

     

    • Menyiksa sekali memang. Banyak yg diinginkan, padahal blum butuh. Itu napsu.

     

    • “Mau jual ini, itu ah. Buat bli hp bru…”| beli hp bru untk gaya? | “ih, bukan emang butuh | lah,yg itu knpa? ikut gya? | “hehe..itu jga “

     

    • Lah? Jdi niat beli ini itu apa? Udah sesuai kbutuhn? Tabdzir gak? | jgn lupa ingat kawan sebangsa. Byk yg terkapar lapar.

     

    • Perhatikn antara kebutuhan dan keinginan. Lirik, tatap, jamah. Masih banyak umat seiman butuh lembaran2 di saku dan uluranmu itu.

     

    • Dan Allah lbih mncintai seorrang hamba yg menginfaqkan, apa yg hamba itu cintai. *nasehatin diri

     

    • Kita tahu ilmU infaq, shadaqah tapi kita lunglai malas amalkannya. Biar sedikit asal konsisten, knpa gak?

     

    • kita masih mmpu berjalan, melihat, membaca, belajar, bicara, tubuh msh lengkap. Berarti kita jga masih mampu berinnfaq.

     

    • Seimbangkan, apa-apa yg kita punya dengan hak-haknya. Biar harta kita bersih. Jauh dri tabdzir. Tabdzir itu kwnnya setan..

     

    • Semoga apa-apa yg kta miliki, harta, ilmu, waktu selalu mendekatkan kita pda keridhoanNya dan FirdausNya.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s