Tandus

Tandus 1

“Eh,kau tahu?
Samping rumah surgaku
seperti buah kesukaanmu itu
Merah-merah asam dilidahmu
Kau mau?
lain waktu, bisa bersamaku”

Apa?
Setahuku, buah merah itu
mahal
dan tiada pernah ku temui di daerah itu
Kau pasti berdusta, Jangan
begitu!

“Haha!
Dasar gadis kota!
Desa sendiri dan karibnya, tertipu..”

……………………….

Tandus 2

Wah? Kau sudah
tiba? Bagaimana? Iri
aku!

“Tenggelam! Sungguh,
mengejutkan nadi dan sel darahku. Sekiranya, ada dayaku
gemakan namamu di atas sana..”

…………………..

 Tandus 3

“Bodohnya aku… Bongkahan kaca itu, yang menyala
raib!
Padahal, harapku bisa terangi temani gelap pendakian kali kedua…”

“Kenapa tiada,
berita?”

16  May 2013 03.40

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s