564696_428064237230308_979885750_n

Hujani Aku Rindu

sungguh, engkau tak sendiri di situ walau kursi,

walau sisa kopi dalam gelas

walau hangat api di pendiangan mencuci kata

dalam sunyi.

sekali lagi,

malam ini hujan memang turun

dengan amat derasnya.

Turun dari ketinggian langit

kelabu.

Turun dari langit hatimu.

suaranya menyelusup ke segala celah

dan ruang,

dan malam larut dan tua.

itulah kerinduan itu ; bagai guguran daun

terapung-apung di atas permukaan

genangan hujan,

kadang dipermainkan angin dan gelombang

selebihnya,

dijerat kesunyian dan kesepian

dan bulan sempurna

disepuh kabut malam.

pahamilah kediaman batu-batu

yang menggenapkan rinduku padamu,

di situ ricik air sungai,

menggaris bawahi cahaya bulan.

dalam sisa air hujan di rerumputan

masih bisa kau baca akan luka,

yang dikandungnya, rabalah dengan

getar hatimu ;

agar kau mengerti adaku

ranting patah di dahan cemara,

serupa kisah yang murung,

dlm sandiwara yg menyebalkan.

Dan kini,

serupa itukah,

peran yg kita mainkan di bulan Mei

yang basah oleh hujan?

relung-relung kenangan, akhirnya

memang serupa karpet tua,

yang kotor dan berdebu di gudang ingatan…

dalam dekap ukhuwahku bila kita saling,

menghusnus lewat lidah,

saling melukai tubuh dan

jiwa kita ;

kaata2 yg tak lagi punya makna

2013

3 thoughts on “Hujani Aku Rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s