1234

Remak Mati Di Tanah Ini

Matahari cekikikkan

Bak bermain domino, ludo, otelo sambil tebak-tebakan

Dengan segerombolan manusia kanibal,

Hiruk-pikuk

kehilangan induk

 

Yang satu kanibal membating senapan

“Pergi!”

Yakin tanah sendiri, melawan dengan berani

“Tidak! Ini tanah hak kami!”

 

Sehari penuh matahari semakin panas,

Tertawa lebar-lebar

Manusia kanibal menambah amunisi senapan; beringas

Yang bersujud bermandikan darah di atas

Quran yang selembar

 

Telah hilang rumah, tanah kelahiran

Tak tahu harus kemana, berjalan

sambil menutup mata

telah kering air mata

telah serak parau pita suara

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s